Abstract
Kondisi hiperglikemia kronik pada diabetes melitus dapat mengganggu fungsi reproduksi, salah satunya adalah penurunan kadar testosteron total. Latihan fisik teratur merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologi untuk menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki kadar testosteron total pada diabetes melitus. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh latihan fisik teratur terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) dan hubungannya dengan kadar testosteron total pada tikus diabetes melitus. Penelitian eksperimental murni rancangan pre-postest with control group design dilakukan di Laboratorium Fisiologi, Fakultas Kedokteran dan Laboratorium Riset, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, periode Juni–Oktober 2013. Lima belas tikus putih jantan Sprague-Dawley dibagi tiga kelompok: (I) kontrol, (II) kelompok diabetes melitus, dan (III) kelompok diabetes melitus yang diberi latihan fisik. Latihan fisik dilakukan pada intensitas ringan-sedang selama 9 minggu sesuai protokol Souza. Kadar GDP diukur setiap 3 minggu selama latihan fisik dan perubahannya dibandingkan antarkelompok. Kadar testosteron total diukur setelah 9 minggu menjalani latihan fisik. Kadar testosteron total rata-rata tikus diabetes melitus yang diberi latihan fisik berbeda dibanding dengan tanpa latihan fisik (p=0,032). Terdapat korelasi negatif antara perubahan kadar GDP dan kadar testosteron total (p=0,007; korelasi Pearson - 0,661). Simpulan, latihan fisik teratur dengan intensitas ringan-sedang dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki kadar testosteron total pada tikus diabetes. [MKB. 2015;47(1):16–21]
Cite
CITATION STYLE
Zulkarnain, Satria, D., Yus, T. M., & Rezeki, S. (2015). Pengaruh Latihan Fisik Teratur terhadap Kadar Glukosa Darah dan Hubungannya dengan Kadar Testosteron Total pada Tikus Model Diabetes. Majalah Kedokteran Bandung, 47(1), 16–21. https://doi.org/10.15395/mkb.v47n1.393
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.