RELASI PETANDA DAN PENANDA DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT KERINCI DARI PERSPEKTIF SEMIOTIKA

  • Wulandari S
  • Hadiyanto H
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pemahaman mengenai makna ungkapan perlu dikaji dari perspektif semiotika sebagai ilmu tentang tanda. Makna Ungkapan dapat dipahami apabila relasi petanda dan penanda dapat dijelaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan relasi petanda dan penanda dalam ungkapan tradisional masyarakat kerinci dari perspektif semiotika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian adalah terdapatnya relasi petanda dan penanda yang bersifat simbolik. Relasi simbolik terjalin berdasarkan ersamaan-persamaan sifat, perilaku, perbuatan, keadaan, dan bentuk yang terdapat pada hewan, tumbuhan, alam, dan manusia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wulandari, S., & Hadiyanto, H. (2019). RELASI PETANDA DAN PENANDA DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT KERINCI DARI PERSPEKTIF SEMIOTIKA. PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan, 19(2). https://doi.org/10.30996/parafrase.v19i2.2780

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free