Sistem Kewarisan Bilateral Ditinjau Dari Maqashid Al-Syari’ah

  • Habib M
N/ACitations
Citations of this article
83Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pembagian kewarisan secara kekeluargaan seringkali dianggap tidak sesuai dengan syari’ah Islam oleh umat Islam, tetapi dalam waktu yang bersamaan realitas menunjukkan bahwa hukum kewarisan Islam tidak lagi sejalan dengan semangat keadilan masyarakat Indonesia, sehingga tidak sedikit umat Islam yang meninggalkannya. Atas dasar ketertarikan penulis kepada model sistem pembagian kewarisan yang berbasis kekeluargaan tersebut, penelitian ini hendak mengkaji tentang konsep kewarisan bilateral dalam kacamata Maqashid al- Syari’ah. Penelitian ini difokuskan untuk menjawab pertanyaan Apakah pola pembagian kewarisan bilateral mencerminkan prinsip-prinsip Maqashid al- Syari’ah? Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan perbandingan. Hasil penelitian ini adalah sistem pembagian kewarisan bilateral memiliki relevansi dengan maqashid al- syariah al-ammah (kemaslahatan, keadilan dan kesetaraan) dan juga maqashid al- syariah al-khashshah (hifdz al-din, hifdz al-nafs dan hifdz al-nasab) Dividing inheritance in kinship is not often suitable with Islamic Law. Reality, most of Indonesian people divide the heritage according to family discussion. It is not fair one each other. Because of that, the writer interested in system of dividing family inheritance in order to be fair to all the family’s member. This research refers to concept bilateral heritage in Maqashid al-syari’ah. The writer focuses to answer the question of what is the division pattern bilateral heritage in a family reflects to Maqashid al-syari’ah principle (general goals/universal syari’ah)? This research is normative juridical research in approaching legislation, conceptual, and consideration. The result of this research is system dividing bilateral heritage has relevance with Maqashid al-syari’ah al-ammah. (Usefulness, justice and equality) and relevance with Maqashid al-syari’ah al- khashshah (hifdz al-nafs and hifdz al- nasab)

Cite

CITATION STYLE

APA

Habib, M. S. (2017). Sistem Kewarisan Bilateral Ditinjau Dari Maqashid Al-Syari’ah. De Jure: Jurnal Hukum Dan Syar’iah, 9(1). https://doi.org/10.18860/j-fsh.v9i1.4241

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free