Abstract
Pendidikan merupakan usaha manusia dalam upaya meningkatkan kepribadiannya melalui pembinaan segala potensi yang dimiliki pada aspek akal, jasmani, dan rohani. Fondasi akhlak mulia anak perlu dibentuk dengan serius sejak dini sebab mendidik akhlak dalam periode pertumbuhan dapat merangsang optimalisasi perkembangan berbagai aspek diri yang akan berdampak pada sikapnya di masa mendatang. Pada fase tamyiz, anak harus dipersiapkan untuk menyambut status mukallaf yang berarti amanah abdullah harus tuntas dipahami sehingga berwujud peribadahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mensistemasasikan pendidikan akhlak anak fase tamyiz usia 7-10 tahun dalam bentuk kurikulum pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian adalah (1) tujuan pendidikan akhlak untuk menanamkan kebaikan dan keadilan dalam diri sebagai hamba Allah Swt. dan makhluk sosial, (2) program pendidikan akhlak difokuskan tentang iman, Islam, dan ihsan (akidah, syariat, dan akhlak), (3) metode pendidikan akhlak disesuaikan dengan materi, meliputi proses peneladanan, penyontohan, keterlibatan, penguatan, kebersamaan, dan membicarakannya, dan (4) evaluasi pendidikan akhlak bisa menggunakan pengukuran dan penilaian yang memiliki banyak ragamnya, namun tolok ukurnya adalah bukan sekadar angka melainkan kedekatan anak dengan Allah Swt. Menjadi suatu keniscayaan jika pokok pendidikan akhlak anak terpenuhi, maka akan terwujud manusia berakhlak mulia yang insyaa Allah akan mendapat ridho Allah SWT.
Cite
CITATION STYLE
Rahayu, A. M., Mujahidin, E., & Rahman, I. K. (2023). Pendidikan Akhlak Anak Fase Tamyiz Usia 7-10 Tahun. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 16(2), 397–418. https://doi.org/10.32832/tawazun.v16i2.14387
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.