Implementasi Metode K-Means Clustering dalam Analisis Persebaran UMKM di Jawa Barat

  • Syifa N
  • Fahmi R
N/ACitations
Citations of this article
159Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM ialah usaha produktif yang sudah teruji membuka lapangan kerja dan menjadi penggerak roda perekonomian di Indonesia. Perlu adanya pengembangan potensi dalam melaksanakan UMKM dengan menganalisis strategi persebaran UMKM dan peningkatan jumlah UMKM. Penelitian ini akan menjelaskan cara mengimplementasikan metode k-means clustering untuk menganalisis persebaran UMKM sehingga diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah atau institusi terkait dalam meningkatkan perekonomian UMKM di Jawa Barat. Clustering UMKM akan dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan tingkat persebaran UMKM yaitu cluster 0 atau rendah memperoleh hasil 9 Kabupaten/Kota, cluster 1 atau sedang memperoleh hasil 15 Kabupaten/Kota, dan cluster 2 atau tinggi memperoleh hasil 3 Kabupaten/Kota. Hasil evaluasi clustering akan dibandingkan dengan 2 metode evaluasi yaitu silhouette coefficient yang menghasilkan nilai sebesar 0,73, sedangkan metode davies bouldin index (DBI) menghasilkan nilai sebesar 0,29. Dari hasil perbandingan kedua evaluasi cluster tersebut menunjukan hasil cluster dengan menerapkan algoritma k-means yang terbentuk baik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Syifa, N., & Fahmi, R. N. (2021). Implementasi Metode K-Means Clustering dalam Analisis Persebaran UMKM di Jawa Barat. JOINS (Journal of Information System), 6(2), 211–220. https://doi.org/10.33633/joins.v6i2.5310

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free