Pengaruh konsumsi minuman berkafein terhadap fungsi kognitif mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020-2021

  • Adnan N
  • Lontoh S
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Minuman kafein sangat digemari di kalangan mahasiswa kedokteran. Kafein dapat membantu fungsi kognitif dalam pembelajaran serta memori. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan konsumsi minuman mengandung kafein dengan fungsi kognitif mahasiswa. Studi terhadap 100 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 dan 2021 ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan cara cross-sectional. Pemilihan responden menggunakan metode consecutive non-random sampling. Fungsi kognitif mahasiswa diukur dengan kuesioner Mini Mental State Examination dan asupan konsumsi minuman berkafein seperti teh, kopi, coklat, minuman berenergi menggunakan kusioner konsumsi frekuensi makan. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan fisher exact test dengan taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value untuk setiap jenis konsumsi minuman berkafein terhadap fungsi kognitif lebih besar dari 0,05, yakni minuman kopi sebesar 0,493; teh sebesar 0,544; cokelat sebesar 0,386 dan soda sebesar 1,00. Hasil studi tidak didapatkan hubungan bermakna secara statistik setiap jenis minuman berkafein (kopi, teh, coklat maupun soda) dengan fungsi kognitif pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 dan 2021.

Cite

CITATION STYLE

APA

Adnan, N. I. R., & Lontoh, S. O. (2023). Pengaruh konsumsi minuman berkafein terhadap fungsi kognitif mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020-2021. Tarumanagara Medical Journal, 5(1), 107–112. https://doi.org/10.24912/tmj.v5i1.24391

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free