Abstract
Background: Premature rupture of membranes (PROM) has been a problem in obstetrics since ancient times until now. The incidence of PROM in the world ranges from 5% - 15% of all pregnancies, while the incidence in developing countries, especially Indonesia ranges from 4.5% to 7.6% of all pregnancies. Preterm is one of the highest contributors to perinatal mortality and morbidity. The incidence of preterm pregnancy in the world is around 9.6% of all births, while in Southeast Asia is around 11.1% It has been shown to have a significant effect on vascular endothelial pathology. Methods: The study was conducted with an analytic cross-sectional design involving 70 respondents of pregnant women with gestational age of 20 - < 37 weeks with and without PPROM who came to the outpatient clinic and maternity ward of Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Hospital Denpasar from May 2021 – July 2021. Results: The results of the analysis of this study found a statistically significant relationship between homocysteine (Hcy) levels and the incidence of preterm premature rupture of membranes (p = 0.001). The prevalence ratio value of 2.2 means that high homocysteine levels is a risk factor for premature rupture of membranes in preterm pregnancy (RP = 2.2; 95% CI = 1.33-2.94; p = 0.001). Conclusion: High homocysteine level is a risk factor for premature rupture of membranes in preterm pregnancy. Latar Belakang: Ketuban pecah dini (KPD) preterm merupakan masalah di bidang obstetrik sejak dahulu sampai sekarang. Insiden KPD di dunia berkisar antara 5% - 15% dari seluruh kehamilan. Insiden KPD di negara berkembang khususnya Indonesia berkisar 4,5% - 7,6% dari seluruh kehamilan. Kehamilan preterm menjadi salah satu penyumbang tertinggi angka mortalitas dan morbiditas perinatal. Insiden kehamilan preterm di dunia sekitar 9.6% dari semua kelahiran, sedangkan di Asia tenggara terdapat sekitar 11,1%. Hcy telah terbukti signifikan berpengaruh pada patologi endotel pembuluh darah. Metode: Penelitian dilakukan dengan rancangan cross sectional analitik dengan melibatkan 70 responden wanita hamil dengan usia gestasi 20 - <70 minggu dengan atau tanpa KPD yang dating ke poliklinik dan ruang bersalin RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah bulan Mei 2021 – Juli 2021. Hasil: Diperoleh hubungan bermaksana secara statistik antara kadar homocycteine dengan kejadian ketuban pecah dini pada kehamilan preterm (p = 0, 001), dan rasio prevalensi 2,2 berarti kadar homosisteine yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya ketuban pecah dini pada kehamilan preterm (RP = 2.2; 95% CI = 1.33-2.94; p = 0.001). Kesimpulan: Kadar homosistein yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya ketuban pecah dini pada kehamilan preterm.
Cite
CITATION STYLE
Sembiring, A. E. A., Suwardewa, T. G. A., Negara, K. S., Budiana, I. N. G., Adnyana, I. B. P., & Pangkahila, E. S. (2022). Hubungan antara kadar homosistein (Hcy) dengan kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada kehamilan preterm. Intisari Sains Medis, 13(2), 554–559. https://doi.org/10.15562/ism.v13i2.1369
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.