Abstract
Perubahan iklim adalah fenomena lingkungan yang mengancam kesehatan global, yang memiliki dampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Menurut Riskesdas 2018 prevalensi gangguan kesehatan mental di Indonesia pada usia ≤ 15 tahun yang mengalami masalah keseahatan mental seperti gejala depresi dan kecemasan meningkat dari 6% menjadi 9,8%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dampak perubahan iklim terhadap kesehatan mental anak di SD Negeri Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2022. Metode yang digunakan bersifat deskritif, dengan menyajikan variabel yang diteliti tanpa membandingkan antar variabel dengan sempel 76 responden di SD Negeri Setu yang dilaksanakan dari bulan Desember 2022 sampai Januari 2023. Hasil penelitian ini menunjukan ada gambaran perubahan iklim terhadap kesehatan mental, yang mengalami gangguan kesehetan mental sebesar 75%, mengalami gangguan kognitif sebesar 27.6%, gangguan cemas sebesar 32.9%, gangguan depresi dan somatik 26.3%, gangguan penurunan energi sebesar 19.7% dari 76 responden. Ada gambaran dampak perubahan iklim terhadap kesehatan mental anak di SD negeri setu, dan sebagian siswa/i mengalami gangguan kognitif, gangguan cemas, gangguan depresi, gangguan somatik dan gangguan penurunan energi berdasarkan distribusi frekuensi. Saran yang dapat diberikan peneliti diharapkan siswa/i dapat menjaga dan mengatasi berbagai ancaman kesehatan mental dan lebih paham akan perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan mental, bagi sekolah diharapkan memberikan pendidikan karakter, Bimbingan Konseling dan edukasi dampak perubahan iklim.
Cite
CITATION STYLE
Ernyasih, Geia Celia Al’Ariq, & Suherman. (2023). Analisis Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Mental Anak di Sekolah Dasar Negeri Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2022. Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding, 3(1), 454–458. https://doi.org/10.61811/miphmp.v3i1.369
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.