TRANSFORMASI BUDAYA NTT: REFLEKSI AKTOR SEBAGAI UPAYA MENGATASI KEMISKINAN DAN MENAIKKAN IPM (INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA)

  • Kusharyadi S
  • Dawan A
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktek transformasi budaya NTT dalam rangka mengasi kemiskinan dan menaikkan IPM. Kemiskinan dan rendahnya IPM disebabkan oleh beban budaya yang merupakan biaya sosial yang tinggi dan menyebabkan beban keuangan bagi masyarakat untuk meningkatkan IPMnya. Deskripsi analitis kritis yang merupakan hasil refleksi dari proses transformasi Budaya NTT sebagai upaya untuk mengatasi Kemiskinan dan menaikkan IPM Indeks Pembangunan Manusia di NTT. Metodenya menggunakan deskriptif, analitis dan reflektif dari proses yang sudah dijalani oleh penulis sebagai fasilitator yang terjun langsung melakukan transformasi budaya NTT. Hasil dari refleksi ini menemukan bahwa belenggu biaya sosial adat dan belenggu pola relasi adat merupakan penyebab kemiskinan. Upaya meningkatkan pendapatan perkapita, dan Indeks Pembangunan Manusia NTT membutuhkan transformasi budaya. Transformasi budaya memiliki beberapa elemen kunci yaitu: prosesnya melibatkan pemangku kepentingan, aktor sebagai orang tengan dan pemangku kepentingan yang dilibatkan serta tantangan-tantangan yang dihadapi, hasil yang bisa direplikasi di wilayah-wilayah lainnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kusharyadi, S., & Dawan, A. (2022). TRANSFORMASI BUDAYA NTT: REFLEKSI AKTOR SEBAGAI UPAYA MENGATASI KEMISKINAN DAN MENAIKKAN IPM (INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA). Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia Di Daerah Tertinggal, Terdepan, Dan Terluar, 4(1), 1–27. https://doi.org/10.33541/ji.v4i1.3777

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free