Abstract
Gangguan pendengaran menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara maju dan berkembang dan salah satu penyebabnya adalah Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan otitis media supuratif kronik dengan gangguan pendengaran. Pemelitian ini adalah studi analitik observasional dengan metode penelitian cross-sectional di Poliklinik THT-KL dan instalasi rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda bulan September - Desember 2023. Penelitian dilakukan pada 96 orang (127 telinga) yang ditentukan dengan total sampling, menggunakan data sekunder dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Pada penelitian ini sebagian besar responden berusia 26-35 tahun (20,5%), perempuan (38,6%), letak kelainan pada telinga kanan (51,2%) dengan OMSK tipe bahaya pada 78 telinga (61,4%) dan 32 responden (25.2%) memiliki kelainan derajat sedang serta 51 responden (40,2%) dengan kelainan tipe konduktif. Terdapat hubungan yang signifikan antara otitis media supuratif kronik dengan derajat (p=0.001) dan jenis gangguan pendengaran (p=0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara OMSK dengan Derajat dan Jenis Gangguan Pendengaran di Poliklinik THT-KL RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode 2020-2022.
Cite
CITATION STYLE
Anggrayni, Y., Pratiningrum, M., & Irawiraman, H. (2024). Hubungan Otitis Media Supuratif Kronik Dengan Gangguan Pendengaran Di Poliklinik THT-KL RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Periode 2020-2022. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 11(8), 1536–1545. https://doi.org/10.33024/jikk.v11i8.14575
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.