Abstract
The problem of quantity of peanut shell waste is still the main problem that has an impact on the pile of peanut shell waste in large quantities. As a peanut cultivation center, this is a critical issue in Bulu Ulaweng Village. The community reduces piles of peanut waste by burning or disposing it in the river. This method will undoubtedly cause air and water pollution, impacting environmental ecosystems, especially rivers. So, this community service is planned with the PKK Women's Group in Bulu Ulaweng Village, Patimpeng District, Bone Regency, South Sulawesi Province. The goal is to deal with the problem of waste peanut shells and improve the knowledge and skills of the partners. The method of implementing the activity includes counseling using Tudang Sipulung. The training is carried out offline (product manufacturing, packaging, and labeling) and provides solutions to the problems encountered. The community service activities' results show that partners can process peanut shell waste into organic fertilizer. The resulting product can be a superior product for Bulu Ulaweng Village. It can be an example for neighboring villages and other areas with the same problem of reducing peanut shell waste. Bulu Ulaweng Village cannot only overcome the accumulation of peanut shell waste problem but other villages too. Therefore, this activity aligns with the government's program to create healthy and prosperous villages as a form of sustainable development goals proclaimed by the government through villages.Permasalahan akan kuantitas limbah kulit kacang tanah hingga saat ini masih menjadi permasalahan utama yang berdampak pada tumpukan limbah kacang tanah dengan kuantitas yang besar. Hal ini menjadi isu krusial di Desa Bulu Ulaweng sebagai salah satu Desa sentra tanaman kacang tanah. Tumpukan limbah acang tanah direduksi oleh masyarakat dengan cara membakar atau membuangnya di aliran sungai. Cara ini tentu akan menyebabkan pencemaran udara serta pencemaran air yang berdampak pada ekosistem lingkungan khususnya sungai. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dengan berkoordinasi dengan Kelompok Ibu PKK Desa Bulu Ulaweng, Kecamatan Patimpeng,iKabupaten Bone,iProvinsi Sulawesi Selatan dengan tujuan untuk menanggulangi permasalahan akan limbah kulit kacang tanah sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan dengan cara Tudang Sipulung. Pelatihan dilaksanakan secara luring (pembuatan produk, pengemasan dan pelabelan), serta memberikan solusi terkait masalah yang dihadapi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa mitra mampu mengolah limbah kulit kacang tanah menjadi pupuk organik. Produk yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai produkunggulan Desa Bulu Ulaweng, serta dapat menjadi contoh bagi desa-desa tetangga maupun wilayah lain yang memiliki masalah yang sama akan reduksi limbah kulit kacang tanah. Tidak hanya di Desa Bulu Ulaweng saja yang dapat mengatasi masalah penumpukan limbah kulit kacang tanah, tetapi dapat pula di replikasi oleh desa lainnya. Oleh karena itu, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan desa sehat dan sejahtera sebagai bentuk tujuan pengembangan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah melalui desa.
Cite
CITATION STYLE
Wahyuni, N., Asfar, A. M. I. T., Asfar, A. M. I. A., Asrina, A., & Ishak, A. T. (2022). Pendampingan pengolahan limbah Kulit Kacang sebagai alternatif pupuk organik. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 267–276. https://doi.org/10.29408/ab.v3i2.6575
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.