Abstract
Infrastructure development plays a pivotal role in transforming rural areas, particularly through large-scale projects such as airports. This study explores the socio-economic and cultural impacts of Dhoho Airport development in Kediri on buffer villages, focusing on Tiron and Banyakan. The primary objective is to understand how airport development influences economic opportunities, social structures, and cultural dynamics in these communities. Employing a qualitative case study design, this research collected data through in-depth interviews with community leaders, participatory observations of social interactions, and documentation from government and local institutions. The findings reveal significant economic transformations, including livelihood diversification from agriculture to trade and services, fostering the growth of MSMEs. Socially, the airport has contributed to declining cooperation, reflecting a shift toward individualistic values. Culturally, modernization has accelerated acculturation, altering traditional practices and values, particularly among younger generations. Moreover, there is a growing awareness of education and skill development as communities adapt to emerging economic opportunities. This study underscores the importance of inclusive development policies that balance economic growth with the preservation of cultural identity and social cohesion.Pembangunan infrastruktur memegang peranan penting dalam mentransformasi wilayah pedesaan, terutama melalui proyek berskala besar seperti bandara. Penelitian ini mengeksplorasi dampak sosial, ekonomi, dan budaya dari pembangunan Bandara Dhoho di Kediri terhadap desa penyangga, dengan fokus pada Desa Tiron dan Desa Banyakan. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami bagaimana pembangunan bandara memengaruhi peluang ekonomi, struktur sosial, dan dinamika budaya di komunitas tersebut. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, observasi partisipatif terhadap interaksi sosial, dan dokumentasi dari pemerintah serta institusi lokal. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi ekonomi yang signifikan, termasuk diversifikasi mata pencaharian dari sektor pertanian ke perdagangan dan jasa, yang mendorong pertumbuhan UMKM. Secara sosial, bandara berkontribusi pada penurunan kerja sama komunitas, mencerminkan pergeseran ke arah nilai-nilai individualistik. Secara budaya, modernisasi telah mempercepat proses akulturasi, mengubah praktik dan nilai tradisional, terutama di kalangan generasi muda. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan seiring dengan adaptasi komunitas terhadap peluang ekonomi yang muncul. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan yang inklusif, yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian identitas budaya dan kohesi sosial.
Cite
CITATION STYLE
Fachruddin, I., Rahmawati, D. A., & Muzaqi, A. H. (2024). Socio-Economic and Cultural Impacts of Dhoho Airport Development on Buffer Villages: A Case Study in Tiron and Banyakan, Kediri. Society, 12(2), 591–602. https://doi.org/10.33019/society.v12i2.704
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.