Persepsi Guru MTsN 1 Lima Puluh Kota Tentang Asesmen Kompetensi Minimum

  • Asmarni T
  • Zakir S
N/ACitations
Citations of this article
41Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai penyelenggara pendidikan di Indonesia selalu berusaha melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru MTsN 1 Lima Puluh Kota tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh  dianalisis dengan mereduksi data dengan mendeskripsikan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua guru mempunyai persepsi positif tentang AKM. Beberapa kendala yang ditemui selama pelaksanaan AKM dan survey karakter berasal dari factor siswa yang lamban dalam mengoperasikan komputer dan kurang memahami maksud soal dengan berbagai tipe soal. Kendala di pihak guru adalah kompetensi guru dalam mendampingi siswa mempersiapkan diri menghadapi AKM. Upaya madrasah dan guru melengkapi sarana prasarana, melatih siswa mengoperasikan computer, melatih siswa dengan soal-soal, pembiasaan kegiatan literasi madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen kompetensi minimal perlu disosialisasikan kepada siswa dan pelatihan bagi guru. Kata kunci: Persepsi, Guru, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Cite

CITATION STYLE

APA

Asmarni, T., & Zakir, S. (2023). Persepsi Guru MTsN 1 Lima Puluh Kota Tentang Asesmen Kompetensi Minimum. Arus Jurnal Pendidikan, 3(1), 6–14. https://doi.org/10.57250/ajup.v3i1.184

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free