Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Tiga Jenis Simplisia Jahe (Gajah, Emprit, Merah) untuk Pengobatan Tradisional Chinese Medicine (TCM)

  • Maisyah A
  • Jafar G
  • Khiong T
N/ACitations
Citations of this article
177Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Jahe merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Rimpang jahe diketahui mempunyai banyak khasiatnya terhadap kesehatan. Jahe sering dijumpai dalam racikan  pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM). Hal ini ada kaitannya dengan kandungan antioksidan pada jahe. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan pada simplisia tiga jenis simplisia jahe (gajah, emprit, merah). Metode Tiga jahe diberikan perlakuan yaitu sortasi basah dan kering, pembuatan simplisia, karakterisasi simplisia, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil rendemen simplisia tiga jahe (gajah 19,00%, emprit 15,26%,  merah 12,61%), pengujian  kadar air simplisia dari tiga jahe (gajah 7,315 %, emprit 7,439%,  merah 8,576 %) selanjutnya pada penentuan uji aktivitas antioksidan jahe gajah 77,03%, jahe emprit 61,91%, jahe merah 67,94%. aktivitas Aktivitas antioksidan dari ketiga jahe  dengan metode DPPH  menunjukkan nilai inhibitory concentration (IC50 ) mempunyai kategori kuat yaitu ada diantara 50-100 µg/ml.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maisyah, A., Jafar, G., & Khiong, T. K. (2024). Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Tiga Jenis Simplisia Jahe (Gajah, Emprit, Merah) untuk Pengobatan Tradisional Chinese Medicine (TCM). Majalah Farmasetika, 9(3), 293. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v9i3.54494

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free