Kajian Etnofarmasi Kelompok Masyarakat Banjar Kepisah Sumerta Kelod Denpasar

  • Dewi N
  • Adi Lestari N
  • Suradnyana I
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Etnofarmasi merupakan bagian dari ilmu farmasi yang mencakup pemahaman tentang tanaman obat yang digunakan dan mempelajari bagaimana komunitas etnis atau masyarakat tertentu menggunakan obat-obatan. Kajian mengenai etnofarmasi belum pernah dilakukan pada masyarakat di kawasan Sumerta Kelod, khususnya pada kelompok masyarakat Banjar Kepisah. Dimana masih banyak masyarakat Banjar Kepisah yang memanfaatkan tanaman sebagai obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara. Teknik pengamilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode non probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan penelitian etnofarmasi yang telah dilakukan di banjar Kepisah, Sumerta Kelod diperoleh secara umum 12 jenis tanaman yang berada di wilayah banjar Kepisah, Sumerta Kelod. Dimana bagian tanaman yang digunakan adalah daun 67%, rimpang 17%, batang 8%, dan bunga 8%. Cara pengolahan tumbuhan dengan frekuensi yang paling tinggi adalah dengan cara direbus, yakni sebesar 92%. Cara penggunaan tanaman etnofarmasi yang paling sering dimanfaatkan adalah dengan cara diminum yaitu sebesar 83%, dan indikasi yang paling sering digunakan pada tanaman obat adalah untuk mengatasi masalah persendian, seperti nyeri otot dan asam urat (28%).

Cite

CITATION STYLE

APA

Dewi, N. L. K. A. A., Adi Lestari, N. P. W., & Suradnyana, I. G. (2023). Kajian Etnofarmasi Kelompok Masyarakat Banjar Kepisah Sumerta Kelod Denpasar. Usadha, 2(3), 23–29. https://doi.org/10.36733/usadha.v2i3.7390

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free