Analisis Pendekatan Metakognisi dalam Menumbuhkan Kemampuan Regulasi Diri dan Kemandirian Belajar Peserta Didik

  • Muhammad Farid Ramansyah
  • Arif S
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mengkaji tingginya regulasi diri dan kemandirian belajar peserta didik kelas VIII MTs. Nurul Mujtahidin Ponorogo. Observasi awal menunjukkan peserta didik aktif, mandiri dalam mencari jawaban, dan siap memecahkan masalah, yang didukung oleh kebiasaan belajar dan ketersediaan buku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor pendekatan metakognisi dalam menumbuhkan regulasi diri dan kemandirian belajar, serta membuktikan bahwa pendekatan metakognisi dapat menumbuhkan kedua aspek tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Data diperoleh dari lembar wawancara, lembar angket regulasi diri, dan lembar angket kemandirian belajar peserta didik Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan metakognisi sangat efektif dalam menumbuhkan kemandirian belajar peserta didik. Mayoritas peserta didik (8 dari 12) menunjukkan kategori kemandirian belajar "Sangat Tumbuh", sementara hanya sedikit yang berada di kategori "Tidak Tumbuh" atau "Cukup Tumbuh". Ini menunjukkan bahwa strategi metakognitif mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.Penelitian ini mengkaji tingginya regulasi diri dan kemandirian belajar peserta didik kelas VIII MTs. Nurul Mujtahidin Ponorogo. Observasi awal menunjukkan peserta didik aktif, mandiri dalam mencari jawaban, dan siap memecahkan masalah, yang didukung oleh kebiasaan belajar dan ketersediaan buku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor pendekatan metakognisi dalam menumbuhkan regulasi diri dan kemandirian belajar, serta membuktikan bahwa pendekatan metakognisi dapat menumbuhkan kedua aspek tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Data diperoleh dari lembar wawancara, lembar angket regulasi diri, dan lembar angket kemandirian belajar peserta didik Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan metakognisi sangat efektif dalam menumbuhkan kemandirian belajar peserta didik. Mayoritas peserta didik (8 dari 12) menunjukkan kategori kemandirian belajar "Sangat Tumbuh", sementara hanya sedikit yang berada di kategori "Tidak Tumbuh" atau "Cukup Tumbuh". Ini menunjukkan bahwa strategi metakognitif mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muhammad Farid Ramansyah, & Arif, S. (2025). Analisis Pendekatan Metakognisi dalam Menumbuhkan Kemampuan Regulasi Diri dan Kemandirian Belajar Peserta Didik. Jurnal Tadris IPA Indonesia, 5(2), 119–130. https://doi.org/10.21154/jtii.v5i2.4983

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free