Abstract
TPA An-Najid sebagai lembaga pendidikan non-formal, mungkin masih menggunakan metode konvensional, yang cenderung tidak menarik bagi anak-anak. Metode pembelajaran yang monoton dan tidak kreatif dapat menyebabkan anak-anak tidak tertarik untuk belajar agama dan pembentukan akhlak yang baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode bercerita dengan teknik roleplaying terhadap peningkatan akhlak anak-anak di TPA An-Najid Desa Ban-dar Abung. Metode kegiatan pengabdian yang digunakan adalah kualitatif dengan melibatkan empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek kegiatan pengabdian ini adalah 33 siswa kelas Al-Qur’an di TPA An-Najid. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi, dan wawancara. Hasil Kegiatan Pengabdian menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode bercerita dengan teknik roleplay-ing, 45% anak-anak memiliki akhlak yang tinggi, 33% sedang, dan 21% rendah. Setelah penerapan metode tersebut, 76% anak-anak menunjukkan akhlak yang tinggi, 21% sedang, dan 3% rendah. Hasil observasi dan wawancara juga menunjukkan bahwa anak-anak memiliki peningkatan pemahaman anak tentang akhlak mulia. Kemudian, anak menunjukkan perubahan perilaku setelah memerankan sahabat nabi sebelum dan sesudah menggunakan metode roleplaying seperti disiplin, bertanggung jawab, sopan, jujur dan salng membantu, Hasil selanjutnya anak lebih antusias dalam mengikuti kegiatan bermain peran mengenai akhlak terpuji dari kisah sahabat nabi dengan menggunakan metode roleplaying
Cite
CITATION STYLE
Mulyani, D. K., Fendi, R. S., Handayani, S. E., Bela, P. S., & Andini, N. (2025). Penguatan Akhlak Mulia Anak melalui Edukasi Islami Berbasis Roleplaying Cerita Sahabat Nabi di TPA An-Najid Desa Bandar Abung, Lampung Utara, Lampung. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 5(2), 463–470. https://doi.org/10.54082/jamsi.1790
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.