Abstract
Salah satu kawasan yang rawan akan dampak musim hujan yang kemudian menjadi kawasan yang rawan akan banjir tentulah kawasan yang padat penduduk dan tidak memiliki drainese air yang cukup. Dimana lahan yang seharusnya dapat menjadi lahan resapan air justru tertutup oleh bangunan – bangunan. Untuk mengatasi hal ini maka salah satu solusinya adalah membuat lubang – lubang resapan air kembali meskipun di lahan yang sempit.Di dalam lubang – lubang yang berdiameter 10 cm dan kedalaman 80 cm – 100 cm tersebut dapat dimasukkan sampah organik berupa daun kering ataupun sampah rumah tangga ( sampah dapur ). Sampah organik ini berfungsi membantu kehidupan cacing tanah dan rayap yang nantinya akan membuat biopori ( pori/kecil ) di dalam tanah. Di saluran air, lubang resapan ini bisa dibuat setiap satu meter. Dan dari lubang resapan biopori ini pula dapat diambil hasil panen dalam bentuk pupuk organik ( energi biomassa ) yang bernilai ekonomis. Dengan alasan inilah maka sosialisasi ini di laksanakan di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana.
Cite
CITATION STYLE
Widyastuti, C. (2019). IMPLEMENTASI ENERGI BIOMASSA DALAM BENTUK PENYEBARAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA. TERANG, 1(1), 21–30. https://doi.org/10.33322/terang.v1i1.37
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.