Digitalisasi Video Dokumenter terhadap Warisan Budaya Guritan, Rejung, dan Tadut

  • Mentari G
  • Syaputra E
N/ACitations
Citations of this article
54Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kondisi warisan budaya dalam wujud tradisi lisan kini mengalami kondisi yang mengkhawatirkan. Hal tersebut disebabkan karena para penutur tradisi lisan hanya didominasi oleh orang-orang tua. Hal tersebut tercermin pada warisan budaya tradisi lisan berwujud guritan, rejung, dan tadut milik masyarakat Pasemah di daerah Bengkulu Selatan. Menanggapi hal tersebut, kajian ini ditujukan sebagai upaya pelestarian terhadap ketiga bentuk warisan tradisi lisan melalui digitalisasi. Digitalisasi terbentuk dalam video dokumenter. Untuk menghasilkan video dokumenter, kajian menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tahapan dalam pembuatan video, yakni proses praproduksi, produksi, dan pasca-produksi. Kajian menghasilkan video dokumenter naratif yang berisi ulasan sejarah dan profil tradisi lisan masyarakat Pasemah. Selain itu, video juga memuat informasi naratif mengenai kondisi tradisi lisan pada saat ini dan gambaran bentuk teknis pelantunan tradisi lisan. Dengan demikian, diharapkan warisan budaya berupa tradisi lisan guritan, rejung, dan tadut dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan lestari hingga masa depan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mentari, G., & Syaputra, E. (2024). Digitalisasi Video Dokumenter terhadap Warisan Budaya Guritan, Rejung, dan Tadut. Madaniya, 5(3), 1127–1141. https://doi.org/10.53696/27214834.891

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free