Abstract
Berdasarkan data pelaporan dan pencacatan Puskesmas Jongaya Makassar tahun 2015 jumlah akseptor KB 1.436 dan yang menggunakan implant 327, pada tahun 2016 jumlah akseptor KB 1.527 dan yang menggunakan implant 336, dan pada bulan Januari s.d Mei jumlah akseptor KB 113. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi implant di Puskesmas Jongaya Makassar. Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif, dengan populasi semua pengguna alat kontrasepsi di Puskesmas Jongaya Makassar 113 akseptor KB dan sampel sebanyak 35 yang menggunakan alat kontrasepsi implant. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik Total Sampling. Dari hasil uji statistic dengan menggunakan uji chi-square (pearson chi-square) diperoleh untuk variable Umur ibu dan pengetahuan nilai p= 0,00 nilai α= 0,05. Tidak ada hubungan antara paritas dengan penggunaan alat kontrasepsi implant. Untuk variable budaya nilai p= 0,26 > nilai α 0,05. Tidak ada hubungan antara budaya dengan penggunaan alat kontrasepsi implant di Puskesmas Jongaya Makassar. Kesimpulan adalah bahwa ada hubungan antara umur dengan pengetahuan ibu dan tidak ada hubungan antara paritas dan budaya penggunaan alat kontrasepsi implant. Diharapkan ibu dapat meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan alat kontrasepsi implant dengan mengikuti penyuluhan dari tenaga kesehatan, mencari informasi melalui media massa dan elektronik.
Cite
CITATION STYLE
Larasati, E. W. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant di Puskesmas Jongaya Makassar Tahun 2017. JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA, 1(2), 172–178. https://doi.org/10.37337/jkdp.v1i2.49
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.