Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendirian gereja online sebagai media alternatif untuk beribadah selama pandemi COVID-19, dengan fokus pada pendekatan umat beragama di era digital. Studi kasus difokuskan pada Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cilegon, yang mengalami kesulitan untuk mengakses gereja fisik di Cilegon. Pandemi COVID-19 menjadi momentum yang tepat untuk merealisasikan ibadah online, mengingat sebagian besar gereja telah menjalankan ibadah online selama kurang lebih dua tahun terakhir. Rekomendasi yang dihasilkan adalah mendirikan gereja online yang melibatkan seluruh jemaat HKBP Cilegon dengan kepemimpinan yang diakui dan terdaftar secara resmi. Jika peraturan dan regulasi HKBP dapat memungkinkan hal tersebut, maka akan menjadi gereja online pertama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif terhadap sumber berita online dan literatur pendukung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi positif dalam mengatasi sulitnya mengakses gereja fisik di masa pandemi dan membantu menengahi ketegangan antar umat beragama. Keterbatasan dari penelitian ini adalah fokus pada HKBP Cilegon sebagai studi kasus, dan penelitian mendalam mengenai dampak gereja online di masyarakat Indonesia yang lebih luas akan menjadi studi lanjutan yang menarik.
Cite
CITATION STYLE
Manalu, M. F. J. (2024). Aktivasi Gereja Online Studi Kasus Pembangunan Gereja Online HKBP Maranatha Cilegon. Jurnal Teologi, 13(02), 263–281. https://doi.org/10.24071/jt.v13i02.7016
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.