Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pendidikan karakter berbasis kearifan Jawa melalui pelaksanaan muatan lokal batik pada siswa MI Ma’arif Pijenan Bantul Yogyakarta dan relevansinya dengan pendidikan karakter kekinian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan sumber data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan muatan lokal batik di sekolah ini mencakup beberapa hal, yakni: pertama, mengolah kain mori sebelum dibatik, lalu nganji dan dilanjutkan dengan tahap ngemplong. Kedua, proses membatik diawali dengan membuat pola, menyiapkan malam batik, selanjutnya tahap menyanting dan mewarnai kain. Ketiga, menghilangkan malam pada kain. (2) Hasil pelaksanaannya dapat dipahami bahwa anak lebih peka dalam bersosial, lebih punya empati, lebih bisa bersungguh-sungguh, lebih bisa menghemat, lebih bisa cermat, dan lebih bisa berhati-hati dalam membatik. (3) Faktor pendukung dalam implementasi kegiatan tersebut yaitu: adanya sentra batik di lingkungan sekolah, adanya dukungan dari civitas akademika sekolah, adanya kekompakan dan rasa optimis pada siswa. Adapun faktor penghambatnya yaitu: kurangnya guru dalam membimbing dan fokus mengajar batik, waktu yang kurang lama, dan adanya kebosanan pada siswa terhadap kegiatan membatik.
Cite
CITATION STYLE
Muna, S., & Ichsan, A. S. (2022). Nilai Pendidikan Karakter Jawa dalam Muatan Lokal Batik. JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 2(1), 35–52. https://doi.org/10.51574/judikdas.v2i1.758
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.