Abstract
Artikel ini menjelaskan Konsep Metodologis atas penafsiran al-Qur’an yang dibangun al-Ghaza> , Konsep Metodologis ini merupakan salah satu upaya dia dalam memproyeksikan peran dan nilai al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat, sehingga al-Qur’an benar-benar menempati posisinya sebagai sumber pengetahuan dan kebenaran tertinggi. Al-Ghaza> memandang bahwa al-Qur’an memiliki dimensi penafsiran yang sangat luas, karenanya tidak bisa ditafsirkan hanya dalam satu aspek penafsiran saja. Penafsiran itu dapat dilakukan dari dimensi eksoterik (makna lahir) melalui pendekatan bi al-riwa>yah (ma’thu>r) dan bi al-ra’y (ijtihad-rasional) maupun dari dimensi esoterik (makna batin) melalui pendekatan irfa>ni>, yaitu dengan menggunakan pendekatan psikognosis melalui intuisi (kashf).
Cite
CITATION STYLE
Wasik, Moh. A. (2016). KONSEP METODOLOGIS PENAFSIRAN AL-QUR’AN “Kajian Metodologi Tafsir atas Konsep al-Ghazali>.” El-Furqania : Jurnal Ushuluddin Dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 2(02), 134–147. https://doi.org/10.54625/elfurqania.v2i02.2292
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.