Abstract
Museum merupakan organisasi non-profit untuk melayani dan membangun masyarakat yang terbuka untuk publik. Museum bertugas mengoleksi, melestarikan, meneliti, mengomunikasikan, dan memamerkan warisan kemanusiaan serta lingkungannya, baik bersifat benda maupun tak-benda, untuk tujuan edukasi, penelitian, dan hiburan. Menurut data yang diterbitkan pemerintah pada tahun 2020, terdapat 439 museum di seluruh Indonesia. Namun, hanya 32 museum yang masuk dalam Tipe A (amat baik). Sedangkan hampir 50% dari museum lainnya belum distandarisasi. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir museum di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, data ini menunjukkan rendahnya kualitas perancangan, pengelolaan, serta pengawasan museum di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi pada beberapa museum di kota besar untuk mengidentifikasi problematika umum tentang perancangan dan pengelolaan museum di Indonesia. Analisis dilakukan dengan mengevaluasi praktik yang terjadi di lapangan dengan acuan pengelolaan museum yang menjadi standar internasional serta regulasi yang memayungi pengelolaan museum. Penelitian ini melihat bahwa problematika tersebut dapat dikategorikan menjadi persoalan infrastruktur dan desain ruang, narasi dan kuratorial, serta pedagogi dan desain interaksi pengunjung. Dengan keragaman kebudayaan dan kekayaan alam yang ada di Indonesia, perancangan dan pengelolaan museum yang baik dapat memaksimalkan potensi museum sebagai sarana konservasi warisan kemanusiaan, pendidikan non-formal, rekreasi, serta mendorong aktivitas ekonomi maupun turisme kebudayaan.Museum is a non-profit organization to serve and build society that is open to the public. Museums are responsible to collect, conserve, investigate, communicate, and display human heritage and its environment, both tangible and intangible, for the purpose of education, research, and pleasure. According to the data published by the government in 2020, there are 439 museums in Indonesia. However, only 32 museums are included as Type A (Excellent). Meanwhile, almost 50% of the rest of the museums are yet to be evaluated. Despite the rapid growth in the number of museums in recent years, this data indicates the lack of design, management, and supervision of museums in Indonesia. This research is qualitative and descriptive research that observes a number of museums in major cities to identify general problems of museum’s design and management. The result is evaluated through common practice of international museums as well as encompassing regulations. This research categorizes these problems into infrastructure and spatial design, narrative and curatorial, and pedagogy and visitor’s interaction. With the cultural diversity and abundance of natural resources in Indonesia, proper design and management could maximize museum’s potential as means of conserving humanity’s heritage, informal education, recreation, as well as driving economic and cultural-tourism activities.
Cite
CITATION STYLE
Nugeraha, M. A. (2021). PROBLEMATIKA PERANCANGAN INFRASTRUKTUR, KURATORIAL, DAN PEDAGOGI MUSEUM DI INDONESIA. Kartala, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.36080/kvs.v1i1.77
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.