Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk morfem bebas dan morfem terikat. Penelitian ini bermanfaat secara teoritis dan praktis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah percakapan anggota masyarakat di Desa Anggoro Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Teknik analisis data yang dianggap relevan oleh penulis adalah analisis data kualitatif dengan mengungkapkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan untuk memberikan gambaran tentang permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Proses awal analisis data dimulai dengan menelaah semua data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu dari wawancara dan observasi yang sebelumnya telah diuraikan dalam teknik pengumpulan data, baik berupa dokumen maupun dokumen yang diperoleh penulis selama penelitian. Setelah mempelajari berusaha memahami data, peneliti mencoba membuat abstraksi data (ringkasan inti), setelah rangkuman inti diperoleh, kemudian mengkategorikan data berdasarkan tema yang disesuaikan dengan penelitian ini. Morfem adalah satuan terkecil dari bentuk bahasa yang memiliki makna tersendiri dan tidak dapat lagi dibagi-bagi menjadi bagian-bagian yang bermakna. yang lebih kecil. Suatu percakapan tentunya tidak lepas dari morfem, baik morfem bebas maupun morfem terikat. Data yang diperoleh dari percakapan informan sebanyak 20 data, masing-masing data berisi morfem bebas dan morfem terikat. Morfem bebas ada di semua data. Morfem terikat terdiri dari 11 data yang mengandung awalan, 17 data yang mengandung akhiran, dan 3 data yang mengandung konfiks. Morfem bebas digunakan di semua data yang ada.
Cite
CITATION STYLE
Minarti, M. (2021). Sistem Morfologi Bahasa Bugis Pinrang Percakapan Anggota Masyarakat Desa Anggoro Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 11(2), 151. https://doi.org/10.33087/dikdaya.v11i2.210
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.