HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN POLA MAKAN PADA BALITA DALAM KASUS STUNTING

  • Manan A
  • Lubis A
N/ACitations
Citations of this article
81Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Faktor risiko kejadian stunting adalah sosial ekonomi rendah dan pola pemberian makanan pada balita tidak optimal. Anak stunting pada usia 0-2 tahun dan tetap pendek pada usia 4-6 tahun memiliki risiko 27 kali tetap pendek sebelum memasuki usia pubertas; sebaliknya anak yang pertumbuhannya normal pada usia dini dapat mengalami growth faltering pada usia 4-6 tahun memiliki risiko 14 kali tumbuh pendek pada usia prapubertas. intervensi tetap dibutuhkan bahkan setelah melewati 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk mencegah pertumbuhan stunting.Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat analitik dengan metode study retrospectif dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang yang diambil dengan menggunakan metode Total Sampling mengambil seluruh jumlah dari populasi yang di analisakan dengan menggunakan uji chi square.dengan Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku ibu dalam pemberian pola makan pada balita dengan kasus stunting (p <0,004; p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin buruk perilaku ibu dalam pemberian pola makan pada balita, maka akan meningkatkan kejadian terjadinya stunting.

Cite

CITATION STYLE

APA

Manan, A. A., & Lubis, A. S. (2022). HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN POLA MAKAN PADA BALITA DALAM KASUS STUNTING. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 21(1), 134–137. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v21i1.242

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free