PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DAN KAJIAN HUKUM KONTRAK DERIVATIF FOREX DAN INDEKS SAHAM ASING DALAM INDUSTRI PERDAGANGAN BERJANGKA DI INDONESIA

  • Renti A
N/ACitations
Citations of this article
50Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstrakIndonesia kaya berbagai komoditas, namun Indonesia juga menghadapi risiko harga. Pemerintah menilai peluang untuk memproteksi nilai komoditi dengan perdagangan berjangka. UU No.32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi diterbitkan sebagai kepastian hukum. Sebagai fakta, industri ini tidak berkembang seperti yang diharapkan. Sebaliknya, jumlah pertukaran mata uang asing (valas) dan transaksi kontrak derivatif indeks yang tidak terkait dengan lindung nilai aset yang mendasarinya, yang berkembang pesat. Kontrak derivatif, yang diselenggarakan secara bilateral (over the counter) diatur dengan Keputusan Kepala Badan Perdagangan Berjangka Komoditi Peraturan. Masalah muncul karena UU No.32 Tahun 1997 hanya dalam rangka menempatkan multilateral (leurs) aktivitas transaksi derivatif. Namun, industri ini perlu mengevaluasi dan memperbaiki peraturan, dalam rangka mencapai likuiditaspasar yang berkaitan dengan perlindungan nilai (alat manajemen risiko) dan untuk melindungi warga negara dan investor.

Cite

CITATION STYLE

APA

Renti, A. M. (2012). PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DAN KAJIAN HUKUM KONTRAK DERIVATIF FOREX DAN INDEKS SAHAM ASING DALAM INDUSTRI PERDAGANGAN BERJANGKA DI INDONESIA. Jurnal Hukum & Pembangunan, 42(1), 122. https://doi.org/10.21143/jhp.vol42.no1.283

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free