FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIPSTIK DARI EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI PEWARNA DAN PELEMBAB ALAMI

  • Athaillah A
  • Sundari D
  • Pangondian A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
120Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan kimia betasianin yang berfungsi sebagai pewarna alami dan lidah buaya (Aloe vera) juga memiliki turunan polisakarida yaitu lignin yang mana berfungsi sebagai pengikat kelembapan kulit. Kombinasi ekstrak buah naga merah dan lidah buaya dapat dibuat sebagai sediaan farmasi dalam bentuk lipstik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi optimum ekstrak buah naga merah dan lidah buaya terhadap sifat fisik lipstik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan pembuatan esktrak dengan metode maserasi dengan uji fitokimia betasianin pada buah naga merah dan metode infundasi dengan pula uji fitokimia lignin pada lidah buaya sebelum pembuatan lipstik. Pembuatan lipstik dengan 6 variasi konsentrasi ekstrak buah naga merah 30,25,20,15,10,5% (b/v) dan lidah buaya 5,10,15,20,25,30% (b/v) dan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji oles,uji  titik lebur, uji kekerasan, uji iritasi serta diuji stabilitas fisik sediaan lipstik dengan uji stabilitas 3 siklus. Hasil maserasi pada buah naga merah didapatkan 57 ml dan hasil infundasi lidah buaya yang didapatkan ialah 57 ml. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak buah naga merah positif mengandung betasianin dan ekstrak lidah buaya positif mengandung lignin. Formula (F) dalam penelitian ini ialah konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak buah naga merah dengan uji organoleptik dengan formula 1 (F1) hingga formula 6 (F6) menghasilkan warna, bau dan bentuk yang baik. Hasil uji pH seluruh formula memiliki pH dibawah rentang standart pH kulit yaitu pH 8. Hasil uji oles menunjukkan seluruh formula memiliki daya oles yang baik. Hasil uji titik lebur menunjukkan formula 4 (F4) memiliki titik lebur 66̊ C.Hasil uji kekerasan menunjukkan hasil formula 6 (F6) menghasilkan daya tekstur yang kuat. Hasil uji iritasi menunjukkan seluruh formula tidak menghasilkan efek gatal hingga bengkak ketika dioleskan berturut-turut selama 3 hari dan hasil uji stabilitas menunjukkan formula 3 (F3) hingga formula 6 (F6) menghasilkan perubahan warna seperti memudar drastis dan tekstur melebur pada bawah sediaan, hal ini terjadi pada hari ke 4 berada pada suhu ekstrim. Formulasi optimum sediaan lipstik yang berada pada rentang standart ialah formula 1 (F1) dengan konsentrasi buah naga merah 30 % dan lidah buaya 5 %, sudah cukup baik dan bisa untuk diformulasikan sebagai sediaan lipstik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Athaillah, A., Sundari, D., Pangondian, A., & Chandra, P. (2023). FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIPSTIK DARI EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI PEWARNA DAN PELEMBAB ALAMI. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1), 60–70. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i1.31

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free