Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Mengaji, Banyumas

  • Samudra S
  • Humanica A
  • Putri D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sungai Mengaji merupakan sungai di Kabupaten Banyumas yang terindikasi tercemar limbah organik yang berasal dari pemukiman warga di sekitar sungai. Akibat pencemaran yang terjadi di Sungai Mengaji akan berdampak pada keberadaan biota di dalamnya seperti makrozoobentos. Keanekaragaman makrozoobentos akan mengalami perubahan dibandingkan dengan perairan yang tidak tercemar, hal tersebut karena makrozoobentos memiliki sifat yang relatif menetap dengan pergerakan yang sangat terbatas sehingga akan terkena dampak langsung terhadap pencemaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua kali pengulangan pada bulan Maret dan April 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos yang menjadi bioindikator kualitas perairan pada sungai Mengaji Purwokerto. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat 1m x 1m. Data penelitian yang dianalisis menggunakan rumus kepadatan makrozoobentos, indeks keanekaragaman (H’) dan Indeks dominansi (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan jenis berkisar 1-14 ind/m2, keanekaragaman makrozoobentos pada kisaran nilai 0-1,73 dan dominansi dengan nilai 0,18-1. Berdasarkan indeks keanekaragaman makrozoobentos di Sungai Mengaji memiliki keanekaragaman dengan rata-rata tercemar sedang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Samudra, S. R., Humanica, A. P., Putri, D. F., Jasttin, J., Hilaliyah, S. N., Kusuma, P. Z., … Azizah, I. A. (2023). Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Mengaji, Banyumas. MAIYAH, 2(3), 223. https://doi.org/10.20884/1.maiyah.2023.2.3.9096

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free