Abstract
Latar Belakang: Prevelansi diare masih tinggi dengan jumlah 40% dan menduduki peringkat ke-2 setelah pneumonia. Prevalensi diare masih di atas target nasional yaitu 10%. Beberapa upaya dalam mengobati terjadinya diare pada balita telah banyak dilakukan. Terdapat upaya non farmakologis yang dapat membantu mempercepat penyembuhan terjadinya diare yaitu dengan pemberian madu. Madu merupakan sejenis minuman yang mengandung agen probiotik yang bersifat antibakteri, yaitu mengandung inhibine, glikosida, dan polivenol. Kandungan tersebut dapat menghambat proses metabolisme dari mikroorganisme seperti eschericia coli sebagai salah satu diare. Tujuan: Tujuan dilakukan laporan kasus berbasis bukti ini untuk mengetahui upaya penurunan frekuensi diare dengan pemberian madu pada penderita diare. Metode: Studi ini menggunakan metode literatur review. Hasil: Hasil analisa literatur review dari penelitian laporan kasus berbasis bukti menunjukan bahwa madu mengurangi durasi diare dan mempercepat waktu pemulihan. Intervensi pemberian madu pada balita yang mengalami diare telah teratasi. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemberian madu dapat menjadi salah satu alternatif dalam membantu proses mengatasi dan membantu pemulihan kondisi diare.
Cite
CITATION STYLE
Findawati, F., Resmana, R., & Nurchasanah, Y. (2022). EVIDENCE BASED CASE REPORT (EBCR) : PEMBERIAN MADU DAPAT MENURUNKAN FREKUENSI DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS PADASUKA. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 3(1), 113–121. https://doi.org/10.34011/jks.v3i1.1208
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.