Abstract
Individu yang orang tuanya bercerai cenderung mengalami dinamika yang berbeda dengan individu yang orang tuanya memiliki hubungan yang harmonis. Mereka cenderung merasakan pergolakan emosi yang mendalam akibat perceraian kedua orang tuanya yang kemudian berdampak pada bagaimana kemempuan mereka untuk mengontrol dirinya agar tidak terjerumus kepada hal-hal negatif. Beberapa hal yang bisa mendukung kontrol diri dengan baik adalah bagaimana mereka mampu memaafkan peristiwa yang telah tejadi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dan religiusitas terhadap kontrol diri. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 37 orang yang memiliki orangtua dengan status bercerai. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi berganda dan uji beda. Kontrol diri diukur menggunakan skala yang disusun oleh Nashori (2004), pemaafan diukur menggunakan skala yang disusun sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada teori Nashori (2014), dan religiusitas diukur menggunakan skala yang disusun oleh Nashori (2016).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kontrol diripada individu yang orang tuanya bercerai ditinjau dari pemaafan dan religiusitas.Variabel pemaafan memiliki pengaruh langsung terhadap kontrol diri serta dengan hubungan positif yang signifikan. Variabel religiusitas juga memiliki hubungan dengan variable kontrol diri, namun hubungan antar keduanya bukanlah hubungan langsung melainkan melalui variable pemaafan sebagai mediator.
Cite
CITATION STYLE
Alamsyah, F. H., Uzra’, G. N. F., Rahmalia, I. D., & Rusdi, A. (2018). Kontrol Diri pada Individu yang Orangtuanya Bercerai ditinjau dari Pemaafan dan Religiusitas. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 6(2), 142. https://doi.org/10.22219/jipt.v6i2.5590
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.