PEMBERDAYAAN KADER DENGAN “GERTING” GERAKAN ANTI STUNTING MELALUI EDUKASI DAN PENGOLAHAN PANGAN ORGANIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN TATAH MAKMUR

  • Febrianti D
  • Yuliana Salman
  • Abdul Mahmud Yumassik
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Stunting is a condition of malnutrition that is related to past nutritional deficiencies. The cause of stunting is a multi-dimensional factor and is not only caused by a lack of nutritional intake in pregnant women or toddlers. The government at the national level has issued various policies and regulations which are expected to contribute to reducing the prevalence of stunting, including: National Long Term Development Plan on 2005–2025. Based on data in 2021 from the Indonesian Nutrition Status Survey, South Kalimantan was in the 6th highest position with a stunting prevalence of 30%, while for districts/cities in South Kalimantan the 4th highest stunting prevalence is Banjar Regency (40.2%), Tapin (33.5%), Barito Kuala (32.4%), and Balangan (32.3%) which then became priority areas for handling stunting cases in 2022. This activity aims to empower the community in the anti-stunting movement through education and training on local organic food processing to be one solution in preventing and handling stunting in Tatah Makmur District, South Kalimantan. The implementation method by education about stunting, training in local organic food processing (moringa nuggets) and providing packages of ingredients for making moringa nuggets and evaluating activities through pre and post test questionnaires. The results of the service activities showed that from 30 Posyandu cadres in 13 villages on Tatah Makmur District, there was an increase in knowledge about stunting increase 33% and an increase in knowledge about healthy food for toddlers is 20%.  This activity also increases cadre motivation as evidenced by the cadre's enthusiasm for processing moringa nuggets at Posyandu as an additional menu for toddlers. It is hoped that similar activities can be carried out again with the different innovations in order to accelerate the reduction of stunting in South Kalimantan.Stunting merupakan salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu.  Penyebab stunting merupakan faktor yang multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan  gizi yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita.  Pemerintah di tingkat nasional mengeluarkan berbagai kebijakan serta regulasi yang diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan prevalensi stunting, termasuk diantaranya: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025.  Berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, Kalimantan Selatan menduduki posisi ke-6 tertinggi dengan prevelensi stunting 30%, sementara untuk Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan posisi 4 tertinggi prevelensi stunting yaitu Kabupaten Banjar (40.2%), Tapin (33.5%), Barito Kuala (32.4%), dan Balangan (32.3%) yang kemudian menjadi wilayah prioritas penanganan kasus stunting pada tahun 2022.  Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam gerakan anti stunting melalui edukasi dan pelatihan pengolahan pangan lokal organik menjadi salah satu solusi dalam pencegahan dan penanganan stunting di Kecamatan Tatah Makmur Kalimantan Selatan.  Metode pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi tentang stunting, pelatihan pengolahan pangan lokal organik (nugget kelor) dan pemberian paket bahan pembuatan nugget kelor serta evaluasi kegiatan melalui kuesioner pre dan post test. Hasil kegiatan pengabdian didapatkan bahwa dari 30 kader posyandu di 13 Desa Kecamatan Tatah Makmur terdapat peningkatan pengetahuan tentang stunting sebesar 33% dan peningkatan pengetahuan tentang pangan sehat balita menigkat 20%.  Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi kader yang dibuktikan dengan antusiasme kader mengolah nugget kelor pada kegiatan Posyandu sebagai menu tambahan untuk balita.  Harapannya kegiatan serupa dapat dilakukan kembali dengan inovasi yang berbeda agar dapat mempercepat penurunan stunting di Kalimantan Selatan

Cite

CITATION STYLE

APA

Febrianti, D. R., Yuliana Salman, & Abdul Mahmud Yumassik. (2023). PEMBERDAYAAN KADER DENGAN “GERTING” GERAKAN ANTI STUNTING MELALUI EDUKASI DAN PENGOLAHAN PANGAN ORGANIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN TATAH MAKMUR. Jurnal Bakti Untuk Negeri, 3(2), 140–148. https://doi.org/10.36387/jbn.v3i2.1609

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free