Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena kearifan religius yang tampak dalam bentuk praktik berdoa bersama dalam kerangka implementasi sistem pengendalian manajemen pencegahan fraud pada Bank BBI Surabaya. Sembilan partisipan sebagai informan kunci dilibatkan dalam penelitian ini. Berlandaskan rerangka paradigma critical-interpretive, penelitian ini menganalisis dimensi Fenomenologi Edmund Husserl dengan tujuan utama memahami kesadaran (consciousness) pegawai bank di balik aktivitas berdoa bersama yang dilakukan. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil studi Fenomenologi Husserlian ini mengungkapkan kesadaran di balik tindakan partisipan, bahwa: (a) doa adalah kekuatan transendental yang diyakini mampu mendorong partisipan untuk terus-menerus melakukan kebaikan dalam rerangka mencegah fraud. Doa juga merupakan kekuatan transendental yang diyakini mampu melindungi partisipan dari ancaman fraud; (b) berdoa adalah aktivitas ilmiah bagi orang yang beriman atas keberadaan dan kekuasaan Tuhan. Oleh karena itu, meskipun bersifat transenden, aktivitas berdoa bersama layak dimasukkan sebagai elemen formal sistem pengendalian manajemen pencegahan fraud.
Cite
CITATION STYLE
Riduwan, A., & Andajani, A. (2023). KEARIFAN RELIGIUS DALAM IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PENCEGAHAN FRAUD. Media Riset Akuntansi, Auditing & Informasi, 23(1), 39–64. https://doi.org/10.25105/mraai.v23i1.12566
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.