Analisis Pemertahanan Bahasa Halus Dalam Budaya Sorong Serah Di Suku Sasak (Lombok)

  • Putra A
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bahasa Halus saat ini sudah mulai jarang digunakan oleh masyarakat suku Sasak. Hal tersebut dikarenakan minimnya generasi muda yang berminat mempelajari bahasa Halus. Seiring dengan perkembangan zaman, para generasi muda suku Sasak lebih cenderung tertarik mempelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, dan lain-lain. Keberadaan bahasa asing yang hadir di kalangan masyarakat Sasak, hingga membuka lembaga kursus sampai kepelosok desa, tentu membuat pertahanan bahasa halus di daerah setempat semangkin terancam. Permasalahan atau fenomena tersebut menjadi daya tarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pemertahanan Bahasa Halus dalam Budaya Sorong Serah di Suku Sasak (Lombok).” Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan tentang bagaimana bentuk pemertahanan bahasa halus dalam budaya sorong serah di Suku Sasak (Lombok). Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sedangkan yang menjadi inti pembahasan dalam artikel ini adalah bentuk pemertahanan bahasa halus dalam budaya sorong serah di suku sasak, dengan cara mewajibkan penggunaan bahasa halus dari awal acara sampai selesai, dan pemberian sangsi bagi penyolo dan pembayun yang melakukan kesalahan dalam berbahasa

Cite

CITATION STYLE

APA

Putra, A. D. (2022). Analisis Pemertahanan Bahasa Halus Dalam Budaya Sorong Serah Di Suku Sasak (Lombok). Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 1(2), 96–100. https://doi.org/10.59086/jkip.v2i3.163

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free