Abstract
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna simbolik dalam novel Di Bawah Bayang-bayang Ode karya Sumiman Udu yang terbit tahun 2015. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksional simbolik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah deskriptif analisis. Pembahasan ini menghasilkan hal-hal berikut. Pertama, adanya pemaksaan adat dan budaya yang sudah tidak relevan, mengantarkan individu menolak dan melawan adat budaya. Kedua, penolakan adat dilakukan dengan cara melanggar norma. Ketiga, penolakan adat dilakukan dengan cara tidak melakukan ritual adat. Keempat, penolakan adat dilakukan dengan cara menghapus gelar pada nama. Kelima, penolakan adat dilakukan dengan cara mengejar ilmu pengetahuan. Kata-kata Kunci: novel, tokoh, tindakan, interaksi simbolik Abstract The purpose of this study is to describe the symbolic meaning in the novel Di Bawah Bayang-bayang Ode by Sumiman Udu published in 2015. The theory used in this study is symbolic interactional theory. Data collection is done by library techniques. The method used for data analysis is descriptive analysis. This discussion produces the following things. First, the imposition of customs and cultures that are already irrelevant, leading individuals to reject and oppose cultural customs. Second, customary rejection is done by violating norms. Third, customary rejection is done by not doing customary rituals. Fourth, customary rejection is done by removing the title in the name. Fifth, customary rejection is done by pursuing knowledge. Key Words: novels, characters, actions, symbolic interactions
Cite
CITATION STYLE
Windiyarti, D. (2020). NOVEL “DI BAWAH BAYANG-BAYANG ODE” KARYA SUMIMAN UDU: MAKNA SIMBOLIK PENOLAKAN GELAR “ODE” SEBAGAI STATUS SOSIAL TERTINGGI ORANG BUTON. Kibas Cenderawasih, 17(1), 86–102. https://doi.org/10.26499/kc.v17i1.246
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.