Penyuluhan Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Ampas Kopi Menjadi Sabun Cuci Piring di Kabupaten Bener Meriah

  • Mulyawan R
  • Muarif A
  • Anshar K
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ampas kopi dari kedai kopi selama ini pada umumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, minyak jelantah juga pada umumya dibuang ketika tidak dimanfaatkan dan dapat mencemari lingkungan. Minyak jelantah yang diolah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Dari fakta tersebut, limbah minyak jelantah berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sabun cuci piring. Ampas kopi juga dapat digunakan sebagai karbon aktif yang dapat digunakan untuk menyerap kotoran. Pada umumnya, minyak jelantah dari rumah tangga di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah, dimana angka pervalensi stunting cukup tinggi, dibuang atau digunakan kembali yang berdampak negatif bagi kesehatan tanpa dijadikan produk yang lebih berguna seperti sabun cuci piring. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada kepada masyarakat di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang berjumlah dua puluh delapan orang di desa tersebut untuk memanfaatkan limbah ampas kopi dan minyak jelantah sebagai bahan utama pembuatan sabun cuci piring sebagai solusi alternatif dari sabun cuci piring komersil yang lebih ekonomis. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini adalah berubahnya cara pandang dan sikap dari peserta untuk menggunakan limbah minyak jelantah dan amps kopi yang dapat merusak lingkungan menjadi bahan yang lebih berguna yaitu sabun cuci piring serta keterampilan dan pemahaman terkait cara pembuatannya. Used Cooking Oil and Coffee Grinds Utilization for Dish Soap Production Counselling in Bener Meriah District Coffee grinds from coffee cafes should currently be used properly. Additionally, cooking oil can contaminate the environment because it is typically thrown away after use. Soap can be made using processed frying oil as a raw ingredient. These data suggest that leftover cooking oil may have a purpose as dishwashing soap. Additionally, coffee grinds can be utilized as activated carbon to draw dirt to the surface. Used cooking oil from homes in Kenine Village, Bener Meriah Regency, where stunting prevalence is rather high, is typically thrown out or reused without being converted into a more beneficial product like dishwashing soap, which is harmful to health. Based on these challenges, the Bener Meriah Regency's community service projects in Kenine Village involve reaching out to the locals to use leftover coffee grounds and cooking oil as the primary ingredients for dishwashing soap, which is a more affordable alternative to commercial dishwashing soap. As a result of this outreach program, participants' attitudes and perspectives regarding recycling waste that could harm the environment into more valuable commodities have changed.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mulyawan, R., Muarif, A., Anshar, K., Fikri, A., Sofiyani, N., Aisyah, N., … Wulandari, M. P. (2024). Penyuluhan Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Ampas Kopi Menjadi Sabun Cuci Piring di Kabupaten Bener Meriah. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 6(1), 95–103. https://doi.org/10.36312/sasambo.v6i1.1586

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free