Abstract
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2022, sekitar 17 juta penyandang disabilitas masuk usia produktif. Namun hanya 7,6 juta orang yang bekerja. Dalam hal ini perlu diadakannya sebuah program yang dapat meningkatkan produktifitas penyandang disabilitas khususnya di Provinsi Aceh. Kementrian Sosial Republik Indonesia sudah menciptakan program yang bernama ATENSI Penyandang dalam rangka peningkatan sosial dan budaya serta status ekonomi para penyandang disabilitas. Keberadaan Pusat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik di Provinsi Aceh dinilai penting pada saat ini mengingat perlunya upaya rehabilitasi sosial penyandang disabilitas sensorik dalam membangkitkan motivasi, memulihkan mental dan fisik serta resosialisasi agar berdaya guna dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Penerapan Internet of Things dengan tema arsitektur multisensori bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas yang akan mendapatkan manfaat dari pusat rehabilitasi sosial ini dengan memaksimalkan indra yang mereka punya agar mereka dapat merasakan kesetaraan, keadilan dan mendapatkan persamaan hak.
Cite
CITATION STYLE
Nisa, R. H., Mahmud, M., & Putra, R. A. (2023). Penerapan Arsitektur Multisensori pada Perancangan Pusat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik di Provinsi Aceh berbasis Internet of Things. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Dan Perencanaan, 7(2), 69–74. https://doi.org/10.24815/jimap.v7i2.23856
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.