Abstract
This research discusses the modalities in the victory of migrant Minangkabau candidates in the 2019 Legislative Election. Minangkabau is one of the ethnic groups in Indonesia synonymous with a matrilineal kinship system and an institutionalized tradition of migrating. Migrating is a valuable capital utilized by Minangkabau migrant Legislative Candidates to gain support for votes in electoral contests. The research was conducted on two Minangkabau migrant Legislative Candidates who took part in the contestation in the Legislative Elections for the House of Representatives of the Republic of Indonesia. The research method is qualitative with a case study type. Data were collected through interviews with Minangkabau migrant candidates, voting communities, and people involved in winning candidates, such as traditional leaders and the Minangkabau community in the realm and overseas. The results of the research concluded that Fadli Zon (Gerindra Party Legislative Candidate, Electoral District of West Java V) and Jon Erizal (National Mandate Party Legislative Candidate, Electoral District of Riau I) as two of the Minangkabau migrants, the legislative candidates for the House of Representatives of the Republic of Indonesia succeeded in utilizing existing social capital and successfully elected in the 2019 Legislative Election 2019 contestation overseas. Both are considered to have good leadership figures, able to carry out the mandate, and caring, humane, and responsible individuals. Joined in the same social entity, namely the network of Minangkabau migrants who gather through the Minangkabau migrant community, the Minangkabau Family Association. Fadli Zon became General Chairman of the Central Executive Board of the Minangkabau Family Association, and Jon Erizal served as Vice General Chairman of the Riau Minangkabau Family Association. Besides building intensive communication with the community in the election contestation.Penelitian ini membahas tentang modalitas kemenangan Calon Legislatif perantau Minangkabau pada Pemilu Legislatif tahun 2019. Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia yang identik dengan sistem kekerabatan matrilineal dan tradisi merantau yang melembaga. Merantau merupakan modal berharga yang dimanfaatkan oleh Calon Legislatif perantau Minangkabau untuk meraih dukungan perolehan suara dalam kontestasi pemilu. Penelitian ini dilakukan terhadap dua orang Calon Legislatif perantau Minangkabau yang mengikuti kontestasi pada Pemilihan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Metode penelitian adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Calon Legislatif perantau Minangkabau, masyarakat pemilih, dan orang-orang yang terlibat dalam proses pemenangan calon legislatif, seperti tokoh adat dan masyarakat Minangkabau di ranah dan perantauan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Fadli Zon (Caleg Partai Gerindra Daerah Pemilihan Jawa Barat V) dan Jon Erizal (Calon Legislatif Partai Amanat Nasional, Daerah Pemilihan Riau I) sebagai dua orang perantau Minangkabau caleg DPR RI berhasil memanfaatkan modal sosial yang ada dan berhasil terpilih dalam kontestasi Pileg 2019 2019 di rantau. Keduanya dinilai memiliki sosok kepemimpinan yang baik, mampu mengemban amanah, serta pribadi yang peduli, humanis, dan bertanggung jawab. Tergabung dalam entitas sosial yang sama, yaitu jaringan perantau Minangkabau yang berkumpul melalui komunitas perantau Minangkabau yaitu Ikatan Keluarga Minangkabau. Fadli Zon menjadi Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau, dan Jon Erizal menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Keluarga Minangkabau Riau. Selain membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat dalam kontestasi pemilu.
Cite
CITATION STYLE
Hidayat, N., Bainus, A., Paskarina, C., & Sulaeman, A. (2022). Modalities of Minangkabau Migrant Legislative Candidates in the 2019 Legislative Election. Society, 10(2), 606–626. https://doi.org/10.33019/society.v10i2.247
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.