Abstract
Kultur yogurt yang relatif mahal serta terbatasanya ketersediaan bahan di pasar, tangkai cabai mengandung bakteri L. bulgaricus dapat digunakan sebagai kultur yoghurt. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsentrasi starter tangkai cabai terhadap karakteristik kimia (pH, kadar protein, kadar lemak, kadar laktosa) dan mikrobiologi (Total bakteri asam laktat) serta menentukan perlakuan terbaik konsentrasi tangkai cabai pada yogurt kacang hijau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2023 di Politeknik Negeri Subang. Rancangan percobaan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 perlakuan konsentrasi tangkai cabai 0,6% (M1) dan 1,2% (M2) dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan t-test dengan taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tangkai cabai tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap nilai pH (4,81 – 4,88) dan Total bakteri (1,8 -1,9 x 107). Namun perbedaan konsentrasi tangkai cabai berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein, lemak dan laktosa yogurt kacang hijau. Nilai protein yogurt kadang hijau yaitu 1,71% (M1) dan 1,39% (M2). Kadar lemak perlakuan yaitu 2,33% (M1) dan 2,43% (M2). Kadar laktosa perlakuan yaitu 1,54% (M1) dan 1,34% (M2). Perlakuan konsentrasi terbaik tangkai cabagi sebagai starter yogurt kacang hijau adalah M1 (0,6%).
Cite
CITATION STYLE
Djiwanggoro, A., Amareti, S. K., Rohmah, F. A., Aulia, M. Z., & Mukminah, N. (2024). Differences in Starter Concentration from Chili Stalks (Capsicum sp) on the Chemical and Microbiological Characteristics of Mung Bean Yogurt (Vigna radiata. L). Jurnal Ilmiah Inovasi, 24(1), 32–36. https://doi.org/10.25047/jii.v24i1.4270
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.