Ruptur Tendon Achilles Akut: Antara Tata Laksana Konservatif atau Operatif

  • Nasrul R
N/ACitations
Citations of this article
93Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendahuluan: Tendon Achilles merupakan tendon yang paling tebal dan paling kuat di tubuh manusia. Seperti tendon lainnya, tendon ini dapat mengalami ruptur. Secara statistik, 18 dari 100,000 ruptur tendon Achilles terjadi setiap tahunnya. Masih ada perbedaan pendapat antara klinisi mengenai metode yang paling optimal dalam tatalaksana cedera ini. berdebatan ditujukan antara tatalaksana konservatif atau tatalaksana operatif. Beberapa klinisi memilih tatalaksana operatif karena tingkat ruptur ulang yang lebih rendah dibandingkan tatalaksana konvensional. Studi terbaru menunjukkan bahwa tatalaksana konservatif yang diikuti oleh rehabilitasi fungsional dini, menunjukkan angka ruptur ulang yang setara dengan tatalaksana operatif, tanpa risiko komplikasi infeksi. Tatalaksana operatif lebih diutamakan pada populasi pasien yang muda, aktif atau atlit, atau yang memerlukan waktu kembali beraktifitas yang lebih cepat. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa metode operasi minimal invasif yang diikuti oleh regimen rehabilitasi fungsional dini, memiliki angka ruptur ulang yang rendah dan risiko infeksi yang lebih rendah juga dibandingkan metode operatif terbuka konvensional. Kata kunci: Konservatif, Minimal Invasif, Ruptur Tendon, Tendon Achilles

Cite

CITATION STYLE

APA

Nasrul, R. F. (2019). Ruptur Tendon Achilles Akut: Antara Tata Laksana Konservatif atau Operatif. Journal Of The Indonesian Medical Association, 69(4), 202–206. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.69.4-2019-70

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free