Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis cara pengolahan biji Nangka menjadi bahan utama pembuatan keripik, menjadi bahan utama pembuatan Kefir, pembuatan Sherbet. Metode deskriptif digunakan dalam pemanfaatan limbah biji nangka sebagai diversifikasi pangan berdasarkan rasa, tekstur, warna, dan aroma sehingga biji nangka yang tadinya tidak bernilai sehingga bernilai guna ekonomis. Metode eksperimen penelitian terhadap biji nangka melalui beberapa tahap percobaan hingga akhirnya menjadi olahan produk yang dapat dikonsumsi. Biji nangka merupakan bahan utama yang akan diolah menjadi keripik, kefir, sherbet. Produk keripik yang dibuat cocok dikonsumsi oleh lidah orang Indonesia, juga sherbet yang asam manis dan kefir yang asam dan baik untuk kesehatan. Penelitian pemanfaatan biji nangka pada ketiga produk juga sudah diakui cocok dalam segi rasa, aroma, warna dan tekstur oleh panelis ahli. Ketiga produk yang telah diteliti dapat diterima oleh responden dengan baik dan responden memberikan tanggapan yang baik untuk produk yang sudah dicoba. Hasil uji coba responden yang suka keripik sebanyak 39 responden dan yang tidak suka hanya 1 responden, yang suka kefir sebanyak 32 responden dan yang tidak suka 8 responden, yang suka sherbet sebanyak 36 responden dan yang tidak suka 4 responden. Syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam penelitian sudah terpenuhi di dalam indikator penilaian.
Cite
CITATION STYLE
Maleachi, S., Tasmalia, G. K., Madeline, M., & Valerie, N. (2023). Pemanfaatan Biji Nangka Sebagai Bahan Utama Pembuatan Keripik, Kefir, dan Sherbet sebagai Upaya Diversifikasi Pangan. Jurnal Sosiologi Pertanian Dan Agribisnis, 5(1), 01–14. https://doi.org/10.55542/juspa.v5i1.509
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.