Abstract
Senyawa antioksidan merupakan suatu zat yang bisa menyerap atau menetralkan molekul bebas sehingga bisa mencegah penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, dan kanker. Antioksidan mampu mendonorkan elektronnya untuk menghambat reaksi berantai radikal bebas yang dapat merusak tubuh. Daun bunga melati yang mengandung zat bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin merupakan kandungan yang berpotensial sebagai antioksidan alami. Salah satu metode untuk mengukur atau menentukan antioksidan penangkapan radikal bebas adalah metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun bunga melati berdasarkan nilai IC50. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi pemeriksaan karakteristik simplisia, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhidrazyl) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini mengngkapkan bahwa ekstrak etanol daun bunga melati (Jasminum sambac (L.) Sol. ex Aiton) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa ekstrak etanol daun bunga melati memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yaitu 56,05 µg/mL dan pada vitamin C diperoleh nilai IC50 3,70 µg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bunga melati positif mengandung golongan metabolit sekunder dan berpotensi sebagai antioksidan dengan kasifikasi yang kuat dibandingkan dengan vitamin C merupakan antioksidan dengan klasifikasi sangat kuat.
Cite
CITATION STYLE
Selfiani, S., Nasution, M. P., Anny Sartika. D, & Rahayu, Y. P. (2023). Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun bunga melati (Jasminum sambac (L.) Sol. ex Aiton) dengan metode DPPH. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(3), 1425–1433. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i3.200
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.