Abstract
Penggunaan bahasa yang variatif didalam mengemas kebahasaan bisa menjadikan tolak ukur intelektualitas seorang penulis untuk menciptakan sebuah karya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis geguritan dengan judul “Wutah Getihku” Karya Mahardono Wuryantoro dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa frasa, gaya bahasa, dan diksi. Geguritan “Wutah Getihku” Karya Mahardono Wuryantoro menceritakan tentang aktifitas masyarakat pedesaan pada pagi hari yaitu pada kata “Gumelar jembar bumi asri Sumunar sumngringah sunare bagaskara Padhang sumilak anelahi jagad nuswantara” dan menceritakan tentang tumpah darah pembelaan demi membela bumi pertiwi. Geguritan merupakan bentuk puisi jawa yang berkembang di kalangan penutur berbahasa jawa dan bali yang tidak terikat oleh sajak ataupun guru wilangan dan guru lagu. Pengumpulan data dengan cara membaca mengamati dan menerjemahkan apa yang ditulis oleh penulis. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Diksi merupakan pilihan kata dalam geguritan ini menggunakan diksi leksikal. (2) Gaya bahasa dalam geguritan “wutah getihku” menjadi dua yaitu majas simile dan simbolik.Kata kunci : Gaya Bahasa, Stilistika, Diksi, Geguritan.
Cite
CITATION STYLE
Iswahyudi, R., & Sulanjari, B. (2022). Analisis Geguritan “Wutah Getihku” Karya Mahardono Wuryantoro dengan kajian Stilistika. Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Daerah, 1(1), 61–70. https://doi.org/10.26877/kaloka.v1i1.10846
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.