Hubungan Rinitis Alergi dengan Kejadian Asma Bronkial

  • Istiqomah D
  • Imanto M
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Rinitis alergi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya asma. Perkembangan penyakit asma umumnya lebih banyak terjadi pada pasien dengan rinitis alergi. Hal tersebut sesuai dengan data epidemiologis yang menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan kasus rinitis alergi yang disertai asma secara global. Rinitis alergi dan asma sama-sama diperantarai oleh Imunoglobulin E (IgE). Korelasi antara hambatan aliran udara hidung penderita rinitis alergi dan hambatan aliran udara paru akibat proses inflamasi yang terjadi di mukosa hidung penderita rinitis alergi dan asma dapat diketahui dengan mengamati nasal airflow dan bronchial airflow. Diagnosis asma dapat diketahui dengan mengukur nilai Forced Expiratory Volume in One Second Percent (FEV1%). Pada penderita rinitis alergi ditemukan penurunan FEV1% dan didapatkan reversibilitas setelah dilakukan bronchodilator test. Reversibilitas tersebut dikaitkan dengan durasi rinitis alergi yang lama (kronik) dan keterbatasan aliran udara bronkial dini (early bronchial airflow limitation). Penurnan FEV1% dan reversibilitas tersebut menunjukkan adanya BHR, terutama pada pasien rinitis alergi persisten dan sedang-berat. Durasi dan jenis sensitisasi (alergen) diidentifikasikan sebagai penanda prognostik awal keterlibatan BHR pada pasien rinitis alergi. Dengan mengetahui nilai FEV1% pada penderita rinitis alergi diharapkan dapat menjadi tindakan preventif untuk terjadinya asma.

Cite

CITATION STYLE

APA

Istiqomah, D., & Imanto, M. (2023). Hubungan Rinitis Alergi dengan Kejadian Asma Bronkial. Medical Profession Journal of Lampung, 13(1), 77–82. https://doi.org/10.53089/medula.v13i1.611

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free