Abstract
Keragaman intensitas pembangunan dan variasi karakteristik wilayah serta berbagai pola hubungan antar komponen menunjukkan kompleksitas kajian tingkat keberlanjutan pembangunan pada suatu wilayah. Untuk dapat memahami kompleksitas tersebut diperlukan suatu model yang mampu memberikan gambaran mengenai karakteristik keberlanjutan pembangunan wilayah beserta pola hubungan yang terjadi. Pengembangan model tersebut perlu dilakukan melalui pengembangan “sistem cerdas” agar mampu memahami struktur keberlanjutan wilayah secara lebih tepat dan komprehensif. Dalam kajian yang dilakukan bertujuan untuk menganalis tingkat keberlanjutan pembangunan desa-desa di wilayah Kabupaten Bantul beserta variasi spasialnya dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Networks/ANN) dengan topologi Model Kohonen-Self Organizing Maps. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dan spasial melalui analisis data sekunder yang berasal dari berbagai sumber. Data sekunder yang akan diolah merupakan data Kabupaten Bantul sampai dengan jenjang desa. Untuk mengukur tingkat keberlanjutan pembangunan di wilayah Kabupaten Bantul digunakan 12 (dua belas) tema variabel. Penentuan tingkat keberlajutan pembangunan dilakukan melalui penggunaan Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Networks/ANN) dengan topologi Model Kohonen-Self Organizing Maps. Pengolahan data dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Networks/ANN) dengan topologi Model Kohonen-Self Organizing Maps mampu memberikan hasil klasifikasi yang lebih mencerminkan karakteristik klasternya dari banyak variabel yang digunakan. Penggunaan Self Organizing Maps mampu mereduksi dimensi data yang kompleks sehingga lebih mudah dianalisis. Kabupaten Bantul sebagian besar mempunyai tingkat keberlanjutan pembangunan tergolong rendah. Sebanyak 43 desa dari 75 desa yang ada di Kabupaten Bantul mempunyai tingkat keberlanjutan pembangunan yang rendah atau mencapai 58%. Hanya satu persen yang mempunyai tingkat keberlanjutan pembangunan yang tinggi, sedangkan yang agak tinggi mencapai 19%. Hal tersebut menunjukkan bahwa di Kabupaten Bantul tingkat keberlanjutan pembangunannya masih sangat bervariasi.
Cite
CITATION STYLE
Kurniawan, A., Savira, M., & Windari, E. (2025). Penggunaan Model Kohonen-Self Organizing Maps untuk Penentuan Tingkat Keberlanjutan Pembangunan di Wilayah Kabupaten Bantul. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 13(1), 130–143. https://doi.org/10.23887/jjpg.v13i1.83961
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.