Abstract
Menstruasi, juga dikenal sebagai perdarahan, lendir, dan puing-puing dari mukosa rahim diikuti oleh pelepasan periodik dan siklik (deskuamasi) endometrium, adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara teratur dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Masalah terbesar dengan kontrasepsi suntik adalah pendarahan yang tidak teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kelainan menstruasi pada ibu menyusui di Puskesmas Talise. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Semua ibu menyusui yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan di Puskesmas Talise diikutsertakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 responden (70,8%) menggunakan kontrasepsi suntik selama 3 bulan dengan lama penggunaan lebih dari 6 bulan, sedangkan 7 responden (29,2%) menggunakannya kurang dari 6 bulan. Untuk masalah menstruasi, 21 responden (87,5%) melaporkan mengalaminya, sedangkan 3 responden (12,5%) melaporkan tidak mengalaminya. Hasil uji rank Spearman didapatkan nilai signifikansi 0,002 < 0,005 antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan masalah menstruasi. Sehingga hipotesis diterima yaitu terdapat hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kelainan menstruasi pada ibu menyusui yang menggunakan KB suntik 3 bulan di wilayah operasi Puskesmas Talise tahun 2022.
Cite
CITATION STYLE
Nurul Wasiâ€TMa, Ardin S Hentu, & Rabiah. (2023). Hubungan Lama Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan dengan Gangguan Menstruasi bagi Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Jurnal Kolaboratif Sains, 6(4), 330–337. https://doi.org/10.56338/jks.v6i4.3475
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.