Tradisi Pengucapan Syukur Minahasa dan Pemertahanan Kuliner Tradisional

  • Sondakh S
  • Yoesoef M
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pengucapan syukur Minahasa merupakan tradisi panen yang dirayakan setiap tahun, yang mempertemukan ritual religi Kristen dan ritual religi tradisional masyarakat Minahasa pra-Kristen. Ritual-ritual yang sakral maupun yang profan melibatkan makanan yang berlimpah. Tradisi pengucapan syukur merupakan wujud rasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Besar (Opo Empung Wailan Wangko) atas berkat keberhasilan panen. Terkait makanan dalam tradisi panen ini, nasi jaha yang dimasak dalam bambu dan dodol merupakan makanan yang wajib dihadirkan untuk dimakan di tempat perayaan dan/atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Artikel ini mendiskusikan bagaimana kuliner tradisional Minahasa, terutama yang dimasak dalam bambu, menjadi salah satu unsur yang membuat tradisi ini tetap bertahan kendati ada kendala-kendala dalam perayaan tahunan. Penelitian ini memperoleh data melalui kajian kepustakaan, wawancara, dan observasi di lapangan yang dilengkapi dokumentasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sondakh, S. I., & Yoesoef, M. (2022). Tradisi Pengucapan Syukur Minahasa dan Pemertahanan Kuliner Tradisional. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 2(1), 104–119. https://doi.org/10.21009/arif.021.07

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free