INFEKSI NEMATODA USUS PADA SISWA-SISWI SDN PULAU PANGGANG 02 PAGI KEPULAUAN SERIBU

  • Harun S
  • Oktaviani Y
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyakit kecacingan masih menjadi masalah kesehatan. Penyakit  ini terutama diderita oleh anak-anak usia sekolah dasar. Pada kondisi kecacingan ringan tidak menimbulkan gejala, pada kondisi berat  dapat menimbulkan kerugian yaitu menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitas.  Infeksi kecacingan dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kesehatan lingkungan yang kurang baik, serta personal hygieneyang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka infeksi kecacingan Soil Transmitted Helminth(STH) pada Siswa-siswi SDN Pulau Panggang 02 pagi Kepulauan Seribu.Sampel  pada penelitian ini sebanyak 45 orang dan pemeriksaan dilakukan menggunakan teknik pengapungan (flotasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa angka infeksi kecacingan sebesar 4  sampel (8,9%). Spesies yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides(6,7%), dan Trichuiris trichiura  (2,2%). Kesimpulan pada penelitian ini yang terinfeksi kecacingan terbanyak pada anak laki-laki, dan spesies yang banyak ditemukan adalah Ascaris lumbricoides. Disarankan agar selalu menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan pakai sabun, mencuci tangan pakai sabun setelah BAB, menggunting kuku seminggu sekali, dan selalu memakai alas kaki ketika keluar rumah.  Kata Kunci         :           Anak sekolah dasar, Infeksi Kecacingan

Cite

CITATION STYLE

APA

Harun, S., & Oktaviani, Y. (2020). INFEKSI NEMATODA USUS PADA SISWA-SISWI SDN PULAU PANGGANG 02 PAGI KEPULAUAN SERIBU. Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 6(1), 11–21. https://doi.org/10.37012/anakes.v6i1.351

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free