Pendampingan dan Penguatan UMKM Desa Tambong melalui Branding, Strategi Pemasaran dan Pencatatan Laporan Keuangan Sederhana dalam Menghadapi Era New Normal

  • Alfiyah N
  • Ratri I
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The Covid-19 pandemic has given rise to a new world order called the new normal era. This new arrangement raises a number of new business competitions, especially the use of digital-based marketing media. This challenge is felt especially for Small and Medium Enterprise (SME) in Tambong village who still have very little knowledge about how to do marketing, build a brand image, financial management and knowledge of information technology. The implementation of service activities begins with initial coordination activities with the Tambong village, visits to several Small and Medium Enterprise (SME) and then the preparation and implementation of work programs. The implementation includes brand image socialization, packaging and digital marketing, crystallization training for herbal medicine and financial management training for 2 pilot Small and Medium Enterprise (SME), namely Small and Medium Enterprise (SME) that produce hijab with the kiya hijab label and Small and Medium Enterprise (SME) of traditional herbal medicine. This community service activity has benefits for partners. The dissemination of brand image and packaging provided motivated partners to be able to further develop and advance their business and be able to compete with other similar products. Herbal medicine crystallization training expands product marketing and also product shelf life will be more durable with more attractive product packaging. The financial management training provided motivates Partners to be able to manage finances neatly and consistently even though it's still simpleEra new normal adalah era baru yang muncul setelah pandemi covid-19. Dalam era new normal banyak usaha baru yang muncul sehingga terjadi persaingan yang cukup keta tantara usaha satu dengan usaha lain terutama dalam hal pemasaran berbasis digital terutama bagi UMKM. Sehingga UMKM dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan dalam hal pemasaran berbasis digital. Salah satu UMKM di desa Tambong yang masih sangat minim pengetahuan tentang cara melakukan marketing, membangun brand image, pengelolaan keuangan maupun pengetahuan tentang teknologi informasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan kegiatan koordinasi awal dengan pihak desa Tambong, kunjungan ke beberapa UMKM dan selanjutnya adalah penyusunana dan pelaksanaan program kerja. Pelaksanaan meliputi sosialisai brand image, kemasan dan digital marketing, pelatihan kristalisasi jamu dan pelatihan pengelolaan keuangan untuk 2 UMKM percontohan yaitu UMKM yang memproduksi hijab dengan label kiya hijab dan UMKM jamu tradisonal. Pengabdian masyarakat yang dilakukan memberikan manfaat bagi mitra diantaranya sosialisai brand image dan kemasan yang diberikan membuat mitra termotivasi untuk bisa lebih berkembang dan memajukan usahanya serta mampu bersaing dengan produk sejenis lainnya. Pelatihan kristalisasi jamu memperluas pemasaran produk dan juga daya simpan produk akan lebih tahan lama dengan kemasan produk yang lebih menarik. Pelatihan pencatatan keuangan membuat mitra termotivasi untuk belajar mencatat dan mengelola keuangan meski masih dengan cara sederhana, yang sebelumnya mitra tidak pernah melakukan pencatatan keuangan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Alfiyah, N., & Ratri, I. N. (2023). Pendampingan dan Penguatan UMKM Desa Tambong melalui Branding, Strategi Pemasaran dan Pencatatan Laporan Keuangan Sederhana dalam Menghadapi Era New Normal. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 7(2), 395–403. https://doi.org/10.29407/ja.v7i2.18783

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free