POLITIK IDENTITAS DI INDONESIA: ANTARA NASIONALISME DAN AGAMA

  • Lestari Y
N/ACitations
Citations of this article
414Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Demokratisasi yang menjunjung tinggi kebebasan menjadi landasan bagi setiap individu dalam mengaktualisasikan dirinya, termasuk dalam persoalan politik. Kebebasan individu yang dijamin oleh konstitusi di Indonesia mencerminkan tingginya popularitas sistem demokrasi ini. Akan tetapi, kebebasan tersebut pada akhirnya semakin memperjelas jurang pemisah antar identitas (agama, suku, bahasa, jenis kelamin, dll) yang ada di Indonesia, terutama berkaitan dengan persoalan politik bangsa. Persoalan agama dan nasionalis bangsa merupakan dua identitas yang saat ini menjadi perdebatan di Indonesia. Polemik politik identitas semakin meruncing hingga munculnya klaim kebenaran bahwa kelompok kepentingan yang satu lebih baik daripada kelompok kepentingan lainnya, urusan kepentingan ini kemudian mulai memecah belah bangsa yang sebelumnya menjunjung tinggi perbedaan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui realita politik identitas di Indonesia saat ini, berfokus kepada dua kelompok identitas yaitu kelompok agama dan kelompok nasionalis. Metode kualitatif dan kajian literatur digunakan untuk mengkaji persoalan ini. Kajian ini menemukan bahwa perpecahan yang muncul karena pengelompokan politik berdasarkan identitas keagamaan dan nasionalisme ini menyebabkan terganggunya stabilitas negara yang ditandai dengan munculnya krisis kepercayaan terhadap pemerintah, penyebaran berita hoax, persekusi, makar, terbatasnya ruang demokrasi, dll. Kata kunci: politik identitas, nasionalis, agama, Indonesia

Cite

CITATION STYLE

APA

Lestari, Y. S. (2018). POLITIK IDENTITAS DI INDONESIA: ANTARA NASIONALISME DAN AGAMA. Journal of Politics and Policy, 19–30. https://doi.org/10.21776/ub.jppol.2018.001.01.2

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free